Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu
Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu

Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu

Posted on

Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu – Pengalaman ini tidak kukarang sendiri tapi berdasarkan cerita asli yang kualami di tahun 2015 ini. Ceritanya begini. Bermula saat aku berkenalan dengan seorang cowok, sebut saja namanya Ayip. Orangnya tampan, tinggi sekitar 170 cm, dan tubuhnya atletis.

Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu ab
Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu

cerita sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu – Pokoknya sesuai dengan pria idamanku. Perbedaan umur kami sekitar 8 tahun, dan dia baru saja lulus dari universitas swasta terkenal di Jakarta. Kami kenalan pada saat aku sedang mempersiapkan acara untuk perpisahan kelas III di SMA-ku.

SMAku di kawasan Jakarta Barat. Dan pada saat itu Ayip sedang menemani adiknya yang kebetulan panitia perpisahan SMA kami. Pada saat itu Ayip hanya melihat-lihat persiapan kami dan duduk di ruangan sebelah.
Akhirnya pada saat istirahat siang, inilah pertama kalinya kami ngobrol-ngobrol. Dan pada saat kenalan tersebut kami sempat menukar nomor telepon rumah. Kira -kira tiga hari kemudian, Ayip menelepon ke rumahku.
“Hallo selamat sore, bisa bicara dengan Maya, ini dari Ayip.”
“Ada apa, kok tumben mau nelepon ke sini, aku kira sudah lupa.”
“Gimana kabar kamu, mana mungkin aku lupa. Hmm, May ada acara nggak malam minggu ini.”
Aku sempat kaget Ayip mengajakku keluar malam minggu ini. Padahal baru beberapa hari ini kenalan tapi dia sudah berani mengajakku keluar.
Ah, biarlah, cowok ini memang idamanku kok. “Hmmm… belum tau, mungkin nggak ada, dan mungkin juga ada,” jawabku.
“Kenapa bisa begitu,” balas Ayip. “Ya, kalaupun ada bisa dibatalin seandainya kamu ngajak keluar, dan kalo batal acaranya aku bakalan akan nggak terima telpon kamu lagi,” balasku lagi.
“Ooo begitu, kalau gitu aku jemputnya ke rumahmu, sabtu sore, kita jalan-jalan aja.
Di mana alamat rumahmu.” Kemudian aku memberikan alamat rumahku di kawasan Maruya. Dan ternyata rumah Ayip tidak begitu jauh dari rumahku. Ya, untuk seukuran Jakarta, segala sesuatunya dihitung dengan waktu bukan jarak.

Tepat hari sabtu sore, Ayip datang dengan kendaraan dan parkir tepat di depan rumahku. Setelah tiga puluh menit di rumah, ngobrol -ngobrol dan pamitan dengan orang rumah, akhirnya kami meninggalkan rumah dan belum tahu mau menuju ke mana. Di dalam mobil kami berdua, ngobrol sambil ketawa-ketawa dan tiba-tiba Ayip menghentikan mobilnya tepat di lapangan tenis yang ada di kawasan Jakarta Barat.
“May, kamu cantik sekali hari ini, boleh aku mencium kamu,” bisik Ayip mesra.
“Muk, apa kita baru aja kenalan, dan kamu belum tau siapa aku dan aku belum tau siapa kamu sebenarnya, jangan-jangan kamu sudah punya pacar.”
“Kalo aku sudah punya pacar, sudah pasti malam minggu ini aku ke tempat pacarku.”
“Muk, terus terang semenjak pertama kali melihat kamu aku langsung tertarik.” Tiba-tiba tangan Ayip memegang tanganku dan meremasnya kuat -kuat.”
Aku juga May, begitu melihat kamu langsung tertarik.”
Dan Ayip menarik tanganku hingga badanku ikut tertarik, lalu Ayip memelukku erat-erat dan mencium rambutku hingga telingaku.

Aku merinding dan tiba-tiba tanpa kusadari bibir Ayip sudah ada di depan mataku.
Dan pelan-pelan Ayip mencium bibirku. Pertama-tama, sempat kulepaskan. Karena inilah pertama kali aku dicium seorang laki-laki. Dan tanpa pikir panjang lagi, aku yang langsung menarik badan Ayip dan mencium bibirnya.
Ciuman Ayip sepertinya sudah ahli sekali dan membuatku begitu bernafsu untuk menarik lidahnya. Oh.. betapa nikmatnya malam ini. Dan, lama-kelamaan tangan Ayip mulai meraba sekitar dadaku. “Jangan Muk, aku tidak mau secepat ini, lagi pula kita melakukannya di depan jalan, aku malu Muk,” jawabku.

Sebenarnya aku ingin dadaku diremas oleh Ayip karena aku sudah mengidam-idamkan dan sudah membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. “May, bagaimana kalau kita nonton aja. Sekarang masih jam setengah delapan dan film masih ada kok.”

Akhirnya aku setuju. Di dalam bioskop kami mencari tempat posisi yang paling bawah. Ayip sepertinya sudah sangat pengalaman dalam memilih tempat duduk. Dan begitu film diputar, Ayip langsung melumat bibirku yang tipis.
Lidah kami saling beradu dan aku membiarkan tangan Ayip meraba di sekitar dadaku. Walaupun masih ditutupi dengan baju.

Tiba-tiba Ayip membisikkan sesuatu di telingaku, “May, kamu membuat nafsuku naik.”
“Aku juga Muk,” balasku manja. Dan Ayip menarik tanganku dan mengarahkan tanganku ke arah penisnya.
“Astaga,” pikirku. Ternyata diluar dugaanku, penis Ayip sudah sangat tegang sekali. Dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang pertama kali ini.
“Teruskan may, remas yang kuat dan lebih kuat lagi.” Tak lama kemudian, tangan Ayip sudah berhasil membuka bajuku. Kebetulan saat itu aku memakai kemeja kancing depan. Sehingga tidak terlalu susah untuk membukanya.
Kebetulan aku memakai BH yang dibuka dari depan. Akhirnya tangan Ayip berhasil meremas susuku yang baru pertama kali ini dipegang oleh seseorang yang baru kukenal. Ayip meremasnya dengan lembut sekali dan sekali-kali Ayip memegang puting susuku yang sudah keras.
“Teruskan Muk, aku enak sekali..”

Dan tanpa sengaja aku pun sudah membuka reitsleting celananya, yang pada saat itu memakai celana kain. “Astaga,” pikirku sekali lagi, tanganku dibimbing Ayip untuk memasuki celana dalam yang dipakainya.
Dan sesaat kemudian aku sudah meremas-remas penis Ayip yang sangat besar. Kami saling menikmati keadaan di bioskop waktu itu.
“Teruskan Muk, aku enak sekali..” Tidak terasa film yang kami tonton berlalu dengan cepat. Dan akhirnya kami keluar dengan perasaan kecewa.
“Kita langsung pulang ya May sudah malam,” pinta Ayip. “Muk, sebenarnya aku belum mau pulang, lagian biasanya kakak-kakakku kalau malam mingguan pulangnya jam 11:30 malam, sekarang masih jam 10:15, kita keliling-keliling dulu ya.
” bisikku mesra. Sebenarnya dalam hatiku ingin sekali mengulang apa yang sudah kami lakukan tadi di dalam bioskop. Namun rasanya tidak enak bila kukatakan pada Ayip. Mudah-mudahan Ayip mengerti apa yang kuinginkan.
“Ya, sudah kita jalan-jalan ke senayan aja, sambil ngeliat orang-orang yang lagi bingung juga,” balas Ayip dengan nada gembira. Sampai di senayan, Ayip memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon yang jauh dari mobil lainnya. Dan setelah Ayip menghentikan mobilnya, tiba-tiba Ayip langsung menarik wajahku dan mencium bibirku.
Kelihatannya Ayip begitu bernafsu melihat bibirku. Sebenarnya inilah waktu yang kutunggu-tunggu. Kami saling melumat bibir dan permainan lidah yang kami lakukan membuat gairah kami tidak terbendung lagi. Tiba-tiba Ayip melepaskan ciumannya.
“May, aku ingin mencium susumu, bolehkan..” Tanpa berkata sedikit pun aku membuka kancing kemejaku dan membuka kaitan BH yang kupakai. Terlihat dua gundukan yang sedang mekar -mekarnya dan aku membiarkannya terpandang sangat luas di depan mata Ayip.

Dan kulihat Ayip begitu memperhatikan bentuk bulatan yang ada di depan matanya. Memang susuku belum begitu tumbuh secara keseluruhan, tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk dicium oleh seorang lelaki.
“May, apa ini baru pertama kali ada yang memegang yang menciumi susumu,” bisik Ayip. “Iya, Muk, baru kamu yang pertama kali, aku memberikan ke orang yang benar -benar aku inginkan,” balasku manja.
Tak lama kemudian, Ayip dengan lembutnya menciumi susuku dan memainkan lidahnya di seputar puting susuku yang sedang keras. Aduh enak sekali rasanya. Inilah waktu yang tunggutunggu sejak lama. Nafsuku langsung naik pada saat itu.
“Jangan berhenti Muk, teruskan ya… aku enak sekali..” Dan tanganku pun dibimbing Ayip untuk membuka reitsleting celananya. Dan aku membukanya. Kemudian Ayip mengajak pindah tempat duduk dan kami pun pindah di tempat duduk belakang.

Sepertinya di belakang kami bisa dengan leluasa saling berpelukan. Baju kemejaku sudah dilepas oleh Ayip dan yang tertinggal hanya BH yang masih menggantung di lenganku. Reitsleting celana Ayip sudah terbuka dan tiba-tiba Ayip menurunkan celananya dan terlihat jelas ada tonjolan di dalam celana dalam Ayip.
Dan Ayip menurunkan celana dalamnya. Terlihat jelas sekali penis Ayip yang besar dan berwarna kecoklatan. Ditariknya tanganku untuk memegang penisnya. Dan aku tidak melepaskan kesempatan tersebut.

Ayip masih terus menjilati susuku dan sekali-kali Ayip menggigit puting susuku. “Muk, teruskan ya… jilat aja Muk, sesukamu..” desahku tak karuan. Sementara aku masih terus memegang penis Ayip. Dan sepertinya Ayip makin bernafsu dengan permainan seksnya.
Akhirnya Ayip sudah tidak tahan lagi.
“May, kamu isap punyaku ya… mau nggak?” “Isap bagaimana..” “Tolong keluarin punyaku di mulutmu.” Sebenarnya aku masih bingung, tapi karena penasaran apa yang dimaui Ayip, maka aku menurut saja apa permintaannya.
Dan Ayip merubah posisi duduknya, Ayip menurunkan kepalaku hingga aku berhadapan langsung dengan kepunyaan Ayip. “Muk, besar sekali punyamu.” “Langsung aja may, aku sudah tidak tahan..” Aku langsung mengulum pelan-pelan kepunyaan Ayip.

cerita sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu – Inilah pertama kali aku melihat, memegang dan mengisap dalam satu waktu. Aku menjilati dan kadang kutarik dalam mulutku kepunyaan Ayip. Sekali-kali kujilati dengan lidahku. Dan sekali-kali juga kujilati dan kuisap buah kepunyaan Ayip. Aku memang menikmati yang namanya penis. Mulai dari atas turun ke bawah. Dan kuulangi lagi seperti itu. Dan kepala penis kepunyaan Ayip aku jilatin terus. Ah… benar-benar nikmat.

Sekitar lima menit aku menikmati permainan punya Ayip, tiba-tiba, Ayip menahan kepalaku dan menyuruhku mengisap lebih kuat.
“Terus May, jangan berhenti, terus isap yang kuat, aku sudah tidak tahan lagi..” Dan tidak lama setelah itu, Ayip mengerang keenakan dan tanpa sadar, keluar cairan berwarna putih dari penis Ayip. Apakah ini yang namanya sperma, pikirku. Dalam keadaan masih keluar, aku tidak bisa melepaskan penis Ayip dari mulutku, aku terus mengisap dan menyedot sperma yang keluar dari penis Ayip.
Ah… rasa dan aromanya membuatku ingin terus menikmati yang namanya sperma. Aku pun tidak bisa melepaskan kepalaku karena ditahan oleh Ayip. Aku terus melanjutkan isapanku dan aku hanya bisa melebarkan mulutmu dan sebagian cairan yang keluar tertelan di mulutku. Dan Ayip kelihatan sudah enak sekali dan melepaskan tangannya dari kepalaku.
“May, aku sudah keluar, banyak ya..”
“Banyak sekali Muk, aku tidak sanggup untuk menelan semuanya, karena aku belum biasa.”
“Tidak apa-apa May..” Kemudian Ayip mengambil cairan yang terbuang di sekitar penisnya dan menaruh ke susuku.
Aku pun memperhatikan kelakuan Ayip. Dan Ayip mengelus-elus susuku. Akhirnya jam sudah tepat jam 11 malam. Dan aku diantar oleh Ayip tepat jam 11 lewat 35 menit. Karena besoknya kami berjanji akan ketemu lagi.

Malamnya entah mengapa aku sangat sulit sekali tidur. Karena pengalamanku yang pertama membuatku penasaran, entah apa yang akan kulakukan lagi bersama Ayip esoknya.Dan, malam itu aku masih teringat akan penis Ayip yang besar dan aroma sperma serta ingin rasanya aku menelan sekali lagi. Ingin cepat-cepat kuulangi lagi peristiwa malam itu. Besoknya dengan alasan ada pertemuan panitia perpisahan, aku akhirnya bisa keluar rumah.Akhirnya sesuai jam yang sudah ditentukan, Ayip menjemputku dan Ayip membawaku ke suatu tempat yang masih teramat asing buatku. “Tempat apa ini Muk,” tanyaku.
“May, ini tempat kencan, daripada kita kencan di mobil lebih bagus kita ke sini aja, dan lebih aman dan tentunya lebih leluasa. Kamu mau.” “Entahlah Muk, aku masih takut tempat seperti ini.” “Kamu jangan takut, kita tidak keluar dari mobil.
Kita langsung menuju kamar yang kita pesan.” Dan sampai di garasi mobil, kami keluar, dan di garasi itu hanya ada satu pintu. Sepertinya pintu itu menuju ke kamar. Benar dugaanku. Pintu itu menuju ke kamar yang sudah dingin dan nyaman sekali, tidak seperti yang kubayangkan.
Terlihat ada kulkas kecil, kamar mandi dengan shower, dan TV 21, dan tempat tidur untuk kapasitas dua orang.
“Maya, kita santai di sini aja ya… mungkin sampai sore atau kita pulang setelah magrib nanti, kamu mau..” pinta Ayip.
“Aku setuju saja Muk, terserah kamu.” Setelah makan siang, kami ngobrol-ngobrol dan Ayip membaringkan badanku di tempat tidur. “May, kamu mau kan melakukannya sekali lagi untukku.” Aku setuju.
Sebenarnya inilah yang membuatku berpikir malamnya apa yang akan kami lakukan berikutnya. Ayip berdiri di depanku, dan melepaskan kancing kemejanya satu persatu, dan membuka celana panjang yang dipakainya.
Terlihat sekali lagi dan sekarang lebih jelas lagi kepunyaan Ayip daripada malam kemarin. Ternyata kepunyaan Ayip lebih besar dari yang kubayangkan. Dan, dalam sekejap Ayip sudah terlihat bugil di depanku.

Ayip memelukku erat-erat dan membangunkanku dari tempat tidur. Sambil mencium bibirku, Ayip menarik ke atas baju kaos ketat yang kupakai. Dan memelukku sambil melepaskan ikatan BH yang kupakai. Dan pelan-pelan tangan Ayip mengelus susuku yang sudah keras. Dan lama -kelamaan tangan Ayip sudah mencapai reitstleting celanaku dan membuka celanaku. Dan menurunkan celana dalamku. Aku masih posisi berdiri, dan Ayip jongkok tepat di depan vaginaku.

Ayip memandangku dari arah bawah. Sambil tangannya memeluk pahaku. “May, bodi kamu bagus sekali.” Ayip sekali lagi memperhatikan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan menciumi aroma vaginaku.
“May, seandainya hari ini perawanmu hilang, kamu bagaimana.” “Terserah kamu Muk, aku tidak peduli tentang perawanku, aku ingin menikmati hari ini, denganmu berdua, dan aku kepengen sekali melakukannya denganmu..”
Akhirnya aku pasrah apa yang dilakukan oleh Ayip. Kemudian Ayip meniduriku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Kami sudah sama-sama bugil. Dan tidak ada batasan lagi antara kami. Ayip bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Ayip. Kami melakukannya sama-sama dengan nafsu kami yang sangat besar.

Baru pertama kali ini aku melakukannya seperti hubungan suami istri. Ayip menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas turun ke bawah. Begitu bibir Ayip sampai di vaginaku yang sudah sangat basah, terasa olehku Ayip membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya.
Ah… nikmat sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu.
Ternyata Ayip sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar. Dengan permainan lidahnya di vaginaku dan tangan Ayip sambil meremas susuku dan memainkan putingku, aku rasanya sudah sangat enak sekali.
Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan ini tiap detik. Ayip sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan lidahnya ke vaginaku. Akhirnya dengan nafsu yang sudah tidak bisa kutahan lagi, kukatakan pada Ayip.
“Muk, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan -pelan,” pintaku.
Ayip lalu bangkit dari arah bawah. Dan menciumi bibirku.
“May, kamu sudah siap aku masukkan, apa kamu tidak menyesal nantinya.”
“Tidak Muk, aku tidak menyesal. Aku sudah siap melakukannya.”Lalu Ayip melebarkan kakiku dan terlihat jelas sekali punya Ayip yang sangat besar sudah siap-siap untuk masuk ke punyaku. Vaginaku sudah basah sekali.
Dan kubimbing penis Ayip agar tepat masuk di lubang vaginaku. Pertama-tama memang agak sakit, tapi punyaku sepertinya sudah tidak terasa lagi akan sakit yang ada, lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan dan pelan sekali, akhirnya punya Ayip berhasil masuk ke dalam lorong kenikmatanku.
“Oh… enak sekali,” jeritku. Terasa seluruh lorong dan dinding vaginaku penuh dengan penis besar kepunyaan Ayip. Dengan sekali tekan dan dorongan yang sangat keras dari penis Ayip, membuat hari itu aku sudah tidak perawan lagi.
Ayip membisikkan sesuatu di telingaku, “May, kamu sudah tidak perawan lagi.” “Ngga apa-apa Muk, jangan dilepas dulu ya…”
“Terus Muk, goyang lebih kencang, aku enak sekali..”
Dengan posisi aku di bawah, Ayip di atas, kami melakukannya lama sekali. Ayip terus menciumi susuku yang sudah keras, penis Ayip masih terbenam di vaginaku.
Akhirnya puncak kenikmatanku yang pertama keluar juga. “Ayip sepertinya aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar.”
“Keluarin terus May, aku tidak akan melepaskan punyaku.” “Muk, aku tidak tahan lagi… a..ahh… aaahh.. aku keluar Muk, aku keluar.. keluar Muk..enaak sekali, jangan berhenti, teruskan… aaaa… aaaa..” Pada saat orgasme yang pertama, Ayip langsung menciumi bibirku.
Oh… benar -benar luar biasa sekali enaknya. Akhirnya aku menikmati kehangatan punya Ayip dan aku masih memeluk badan Ayip. Walaupun udara di kamar itu sangat dingin, tapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan udara dingin.
“May, aku masih mau lagi, tidak akan kulepaskan… sekarang aku mau posisi enam sembilan. Kamu isap punyaku dan aku isap punyamu.” Kemudian kami berubah posisi ke enam sembilan. Ayip bisa sangat jelas mengisap punyaku.
Dan kelihatan kliotorisku yang sangat besar dan panjang. “May punyamu lebar sekali.” “Isap terus Muk, aku ingin mengeluarkan sekali lagi dan berkali-kali.” Aku terus mengisap punya Ayip sementara Ayip terus menjilati vaginaku dan kami melakukannyasangat lama sekali.
Penis Ayip yang sudah sangat keras sekali membuatku bernafsu untuk melawannya. Dan permainan mulut Ayip di vaginaku juga membuatku benar-benar terangsang dan sepertinya saat-saat seperti ini tidak ingin kuakhiri.
“Muk… aku mau keluar lagi… aku tidak tahan lagi honey…” “Tahan sebentar May, aku juga mau keluar..”
Tiba-tiba Ayip langsung merubah posisi. Aku di bawah dan dia di atas. Dengan cepat Ayip melebarkan kakiku, dan oh.. ternyata Ayip ingin memasukkan penisnya ke vaginaku. Dan sekali lagi Ayip memasukkan penisnya ke vaginaku.
Walaupun masih agak sulit, tapi akhirnya lorong kenikmatanku dapat dimasuki oleh penis Ayip yang besar.
“Dorong yang keras Muk, lebih keras lagi,” desahku. Ayip menggoyangan badannya lebih cepat lagi.
“Iya Muk, seperti itu… terus… aaa..aaa… enak sekali, aku mau melakukannya terusmenerus denganmu..”
“May, aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar…”
“Aku juga Muk, sedikit lagi, kita keluar sama -sama ya… aaa..”
“May… aku keluar..” “Aku juga Muk… aaa… aa… terasa Muk, terasa sekali hangat spermamu..”
“Aduh, May… goyang terus May, punyaku lagi keluar…”
“Aduh Muk… enak sekali…” Bibirku langsung menciumi bibir Ayip yang lagi dipuncak kenikmatan.
Tak lama kemudian kami sama-sama terdiam dan masih dalam kehangatan pelukan. Akhirnya kami mencapai kenikmatan yang luar biasa. Dan sama-sama mengalami kenikmatan yang tidak bisa diukur.
“May… spermaku sekarang ada di dalam punyamu.” “Ia Muk…” Tidak lama kemudian, Ayip membersihkan cairan spermanya di vaginaku. “May, kalo kamu hamil, aku mau bertanggungjawab.” “Iya Muk..” jawabku singkat.
Akhirnya kami mandi sama-sama. Di kamar mandi kami melakukannya sekali lagi, dan aku mengalami kenikmatan sampai dua kali. Sekali keluar pada saat Ayip menjilati vaginaku dan sekali lagi pada saat Ayip memasukkan penisnya ke vaginaku.

Cerita Sex 2016 Ciuman Mesra Dan Penuh Nafsu – Ayip pun mengalami hal yang sama. Sorenya kami melakukannya sekali lagi. Kali melakukannya berulang kali. Dan istirahat kami hanya sebentar, tidak sampai satu jam kami sudah melakukannya lagi. Benar-benar luar biasa. Aku pun tidak tahu kenapa nafsuku begitu bergelora dan tidak mau berhenti. Kalau dihitunghitung dalam melakukan hubungan badan, aku sudah keluar 8 kali orgasme.

Dan kalau hanya sekedar diisap oleh Ayip hanya 3 kali. Jadi sudah 11 kali aku keluar. Sementara Ayip sudah 7 kali. Malamnya tepat jam 8.30 kami keluar dari penginapan. Padahal jika dipikir-pikir, hanya dalam waktu dua hari saja aku sudah melepaskan keperawananku ke seseorang.

Dan sampai sekarang hubunganku dengan Ayip bukan sifatnya pacaran, tapi hanya bersifat untuk memuaskan nafsu saja. Dan, baru kali ini aku bisa merasakan tidur yang sangat pulas sesampainya di rumah. Besoknya aku harus sekolah seperti biasa dan tentunya dengan perasaan senang dan ingin melakukannya berkali-kali.
Seperti biasa setiap tanggal 20, aku datang bulan. Dan kemarin (tanggal 20 Februari 2001) ini aku masih dapat. Aku langsung menelepon Ayip sepulang dari sekolah. “Muk, aku dapat lagi, dan aku tidak hamil.” “Iya May… syukurlah…”
“Muk, aku ingin melakukannya sekali lagi, kamu mau Muk..” Dan, ternyata kami bisa melakukannya di mana saja. Kadang aku mengisap penis Ayip sambil Ayip menyetir mobil yang lagi di jalan tol. Dan setelah cairan sperma Ayip keluar yang tentunya semua kutelan, karena sudah biasa, setelah itu tangan Ayip memainkan vaginaku.
Kadang juga sebelum pulang aku tidak lagi mencium bibir Ayip, tapi aku mengisap kepunyaan Ayip sebelum turun dari mobil, hanya sekitar 2 menit, Ayip sudah keluar. Dan aku masuk rumah masih ada sisa-sisa aroma sperma di mulutku.

Di tiap pertemuan kami berdua selalu saling mengeluarkan. Jika kami ingin melakukan hubungan badan, biasanya kami menyewa penginapan dari siang sampai sore dan hanya dilakukan tiap hari sabtu karena pada saat itu sepulang sekolah Ayip langsung mengajakku ke penginapan.

Incoming search terms:

  • sex enaknya memek ibu dan adik ku yammg masih perawan
  • cerita sex mesra dan penuh nafsu
  • gambar ciuman dan cerita porno
  • foto sex ngentot mesra
  • ciuman nafsu bugil
  • cerita sex kami melakukannya dengan mesra
  • cerita sex ciuman mesra
  • cerita seks istriku hanya sekedar ciuman
  • Cerita Dewasa ciuman bibir yang penuh nafsu
  • smaku penuh nafsu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *