Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku
Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku

Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku

Posted on

Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku – Aku sering melakukan hubungan sex dengan pacar aku, William. Aku melakukan setiap kami bertemu, tetapi sekarang rasanya tidak mungkin untuk memuaskan nafsu sex aku andai aku hanya terpaku pada dia sebab dia sekarang berada di London, sedangkan aku ada di Paris. Beberapa kali aku memuaskan nafsu aku sendiri dengan vibrator yang aku miliki selama ini. Aku telah mempunyai vibrator 2 buah dengan bentuk dan ukuran yang berbeda.

Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku dfsd
Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku

cerita dewasa Gairah Sex Beda Suku – Singkat Cerita, beberapa hari yang lalu, saat aku sangat horny untuk melakukan hubungan sex, aku mencoba untuk melakukannya dengan vibrator yang telah aku miliki, namun pada saat aku sedang melakukan itu, aku merasa bosan dengan apa yang sedang aku lakukan pada saat itu, sehingga aku putuskan untuk menghentikannya. Sejenak aku berpikir, apa yang harus aku lakukan. Entah berapa lama aku berpikir, tiba-tiba muncul ide untuk menelpon Demian teman setanah air, dan aku mengatakan pada dia bahwa aku sedang horny.

cerita dewasa Gairah Sex Beda Suku – Pembaca, aku berani mengatakan ini pada Demian sebab selain penisnya cukup besar dan dia pun cukup hebat dalam berhubungan sex, aku dan dia sepakat bahwa kami saling mengisi layaknya suami istri, kesepakatan ini kami sepakati sejak hubungan sex kami yang pertama kali, entah kapan aku tidak ingat dengan pasti. Aku dan Demian telah beberapa kali melakukan hubungan sex. Kami tidak memiliki komitmen apapun, maksudnya, Demian tetap hidup bebas dan aku pun tetap hidup bebas, kami tidak berkomitmen bahwa kami berstatus pacaran.

Cerita Dewasa Gairah Sex Beda Suku – Singkat cerita, akhirnya Demian datang ke flat aku, waktu itu pukul 17:45 menit, ia lebih cepat 15 menit dari janjinya sendiri. Pada saat dia datang, dia masuk begitu saja seperti yang biasa dia lakukan. Dia langsung duduk di sofa dsn menonton TV yang sudah aku nyalakan sebelumnya. Setelah menutup pintu dan mengambil dua red wine glasses serta satu botol red wine Aussie yang isinya kurang lebih setengah, aku duduk di samping Demian.

Demian begitu dingin, tidak seperti biasanya, kami sempat saling berdiam dengan seribu bahasa, hingga akhirnya dia mulai membuka pembicaraan dan mengatakan pada aku bahwa sesungguhnya dia sedang malas untuk melakukan hubungan sex. Aku katakan sekali lagi sama dia bahwa aku sedang horny dan aku benar-benar ingin berhubungan sex sambil merangkulnya dan mengesun pipi kirinya.

“Damian, sorry ya kalo kamu sedang ngga horny tetapi aku sekarang bener-bener lagi pengeenn.. dech” kata aku pada dia.
“Tolong ya, pleasee..” lanjut aku.

Tanpa dikomando olehnya, aku beranjak dari tempat duduk, lalu menyalakan video VHS aku untuk menayangkan blue film. Entah berapa lama, dia tetap pada sikapnya, dia bersikap begitu dingin, dia hanya mengubah tempat duduknya dan sesekali menuang red wine, lalu menuangnya pada gelasnya dan meminumnya beberapa teguk. Hingga pada akhirnya, nafsu sex aku sendiri semakin menggebu-gebu dengan ditambahnya visualisasi yang ditampilkan pada TV aku sendiri.

Aku memperhatikan Demian, aku lihat wajahnya, aku lihat sorot matanya, dan aku pun melihat kemaluannya yang masih terbungkus dengan blue jeans. Tampaknya dia mulai terangsang dengan apa yang sedang dia lihat, terlihat dari penisnya yang mulai mengeras dan rasanya mau keluar dari celana jeansnya itu.

Semakin dahsyatnya nafsu aku hingga akhirnya aku pun memulai untuk melakukan hubungan sex dengannya. Pertama-tama aku sun dengan lembut pipi kirinya dan aku raba penisnya, aku elus, dan sesekali sedikit aku remas. Aku tidak lama melakukan hal itu, sebab Demian membalasnya dengan membuka celana jeansnya, lalu membuka resletingnya. Aku tahu apa yang dia inginkan. Aku pun membantunya untuk membukakan jeans itu sebab Demian agak sulit dengan posisinya sambil duduk, aku bantu menurunkan celana jeans serta celana dalamnya yang berwarna coklat.

 

Setelah dia menanggalkan celananya, aku langsung berjongkok di depannya lalu aku pun langsung menggenggam penisnya dan langsung aku jilat, kulum serta kocok dengan lembut. Sungguh aku sudah tidak bisa menahan gejolak yang ada di dalam diri aku, aku benar-benar menikmati apa yang sedang aku lakukan, aku benar-benar bisa ikut merasakan seperti yang sedang dirasakan oleh Demian.

Aku kulum penisnya, sesekali aku jilat pada ujungnya sedangkan tangan kanan aku, menaik-turunkan kulit penisnya dengan lembut, aku pun sesekali memasukkan salah satu jari aku pada lubang duburnya. Sambil aku kulum, sesekali aku lihat wajahnya, dia tampak menikmati kuluman serta hisapan aku. Dia memejamkan mata dan sesekali mendesah pelan.

Dia sesekali memegang kepala aku sambil mendesah kenikmatan. Dia sesekali melihat apa yang sedang aku lakukan sambil berusaha menjamah payudara aku yang masih terbungkus dengan pakaian aku dan bra di dalamnya. Dia pun tampak sesekali bergetar. Sungguh aku tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, aku senang dengan reaksinya atas apa yang aku lakukan terhadap dia. Beberapa kali aku merasakan rasa asin dari beberapa hisapan aku, hingga akhirnya penis yang sedang aku kulum itu sangat keras dan berada pada posisi puncaknya. Aku tersenyum melihat apa yang aku lihat, sebab metode yang baru dan sedang aku lakukan membuahkan hasil.

Entah berapa lama aku mengulum penisnya, dan akhirnya aku pun menyudahinya. Aku berdiri dan melepaskan semua pakaian yang ada di tubuh aku, Demian pun membuka kemejanya yang bercorak kotak-kotak, lalu duduk kembali pada posisinya semula. Tampak payudara aku dan kulit aku yang putih serta bulu yang tumbuh halus di daerah atas kemaluan aku. Untuk pembaca ketahui, aku memiliki ukuran 36B dengan postur tinggi 169 cm. Setelah aku melepas semua pakaian aku, aku lalu berdiri di atas sofa, aku arahkan kemaluan aku pada wajah Demian.

Rasanya Roymond tahu apa yang aku inginkan, dia pun langsung memegang kemaluan aku dengan tangan kirinya, lalu aku angkat kaki kiri aku hingga akhirnya kemaluan aku tepat berada di depan wajah Demian. Dia hisap, dia jilat dan dia mainkan klitoris aku, juga dimasukkannya salah satu jarinya pada vagina aku. Aku begitu menikmati permainan Demian dengan sesekali mendesah. Sungguh hebat permainan tangan dan lidahnya pada kemaluan aku hingga aku pun mengoyang-goyangkan kecil pinggul aku ke kiri dan ke kanan .

Aku pun tidak tahu persis berapa lama aku melakukan hal ini, hingga akhirnya aku mengangkat tubuh aku hingga menjauhkan kemaluan aku pada wajah Demian. Aku pun menarik Demian untuk berdiri, dan aku turun dari sofa yang barusan aku naiki. Sambil berpaling, membelakangi Demian, aku menarik tangannya menuju salah satu sudut flat aku yang ada jendelanya dan telah aku buka sedikit jendela tersebut. Setelah membelakangi tubuh Demian sehingga aku menghadap keluar, namun aku tetap memegang penisnya, aku arahkan penis itu pada vagina aku, sedang tangan kanan aku memegang salah satu bagian dari jendela.

Ooh.. rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata pada saat senjata itu masuk dalam liang surga aku, aku begitu bergejolak, nafsu sex aku semakin memburu, nafas dan detak jantung aku sudah tidak beraturan. Aku maju mundurkan pantat aku dengan sesekali menggoyangkan ke kiri atau ke kanan atau memutar-mutar kecil pinggul aku, demikian pula yang dilakukan oleh Demian, dia maju mundurkan kemaluannya sehingga terdengar suara dari gesekan antara pantat aku dengan daerah perutnya Sungguh, sekali lagi aku katakan bahwa aku benar-benar menikmati apa yang sedang aku lakukan, aku benar-benar menikmati hubungan sex yang sedang terjadi pada aku saat itu.

Beberapa kali aku dan Demian mendesah karena tidak dapat menahan rasa nikmat yang kami rasakan dari hubungan sex ini. Sesekali Demian berusaha untuk meremas payudara aku yang menggantung ke bawah dan memilin dengan lembut puting aku, dia pun sesekali memasukkan salah satu jarinya pada lubang anus aku. Ngilu rasanya pada saat ia melakukan ini, tetapi rasa ngilu itu tetap tidak dapat menghilangkan rasa nikmat yang aku rasakan dari vagina aku.

Perasaan nikmat yang menjalar pada seluruh tubuh aku makin lama makin memuncak. Aku menikmati setiap dorongan senjata Demian pada lubang surga aku, aku pun menikmati setiap tarikan seolah ingin mengeluarkan kejantanan itu dari milik aku. Rasa nikmat aku akhirnya mencapai puncak, dan aku sudah tidak dapat menahan semua itu hingga aku katakan pada Demian bahwa aku ingin orgasme.

Ketika aku mengatakan bahwa aku orgasme, Demian pun menarik tubuh aku sehingga wajah kami begitu dekat, lalu dia mencium bibir bagian luar aku. Aku pun menekan dalam-dalam vagina aku hingga menelan semua batang kejantanannya. Sungguh rasa nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata apa yang sedang aku alami saat itu. Semua syaraf yang ada di tubuh aku beberapa detik lamanya menegang bersamaan dengan lendir yang menyembur dari klitoris aku. Beberapa detik aku diam berdiri pada posisi aku hingga akhirnya aku kembali pada posisi aku semula memegang salah satu sudut jendela sedangkan Demian melanjutkan untuk memompa penisnya di dalam lubang nikmat aku.

Pada saat-saat pertama setelah aku orgasme, aku merasa lemas namun aku tetap melakukan hubungan sex, dia tetap mengeluar-masukkan penisnya dalam vagina aku. Aku merasa hampa dan lemas. Pada saat itulah aku hanya berdiam diri dan merasakan dorongan-dorongan yang dilakukan oleh Demian, aku tidak lagi memutar-mutar pinggul aku ataupun ikut memaju-mundurkan pantat aku.
Akhirnya aku pun memegang batang kejantanan Demian, lalu melepaskannya dari dalam vagina aku, aku ingin mengulum dan menghisap penisnya agar aku dapat membangkitkan nafsu sex aku lagi.

Aku pun berbalik badan, lalu aku berjongkok hingga akhirnya penisnya itu tepat di depan wajah aku. Aku kulum penis itu, aku hisap dan aku jilat juga pada daerah ujung penis Demian, masih terasa lendir aku pada penis Demian, namun aku tidak peduli, aku tetap hisap, kulum dan kocok penis itu.
Mungkin terlalu bernafsunya aku untuk membangkitkan nafsu sex kembali lagi, hingga akhirnya tanpa terasa sudah berapa lama aku melakukan itu. Roymond mengatakan bahwa dia ingin klimaks.

Mendengar itu, aku langsung berdiri dan menyuruhnya untuk tiduran di karpet, sedangkan aku akan berada di atasnya. Aku pegang penisnya lalu memasukkan ke dalam liang nikmat aku dengan posisi aku tetap membelakangi Demian, aku menaik-turunkan badan aku.

Mula-mula pelan-pelan namun makin lama makin cepat hingga payudara aku yang agak besar ini bergoyang-goyang secepat seperti yang aku lakukan. Semakin cepat aku menaik-turunkan tubuh aku hingga makin cepat pula gerakan penis itu keluar masuk dalam vagina aku dan akhirnya Demian mengatakan lagi pada aku bahwa dia ingin keluar.

Pertama-tama aku tidak terlalu peduli hingga akhirnya Demian mengatakannya dengan agak teriak bahwa dia sudah tidak tahan lagi. Cepat-cepat aku ambil posisi untuk dapat mengulum penis Demian, memang benar, dalam hitungan detik setelah beberapa kali aku sempat mengulumnya, Demian menyemburkan beberapa kali spermanya hingga beberapa diantaranya mengenai pipi dan sekitar bibir aku. Aku tetap mengulumnya, aku telan semua sperma Demian hingga bersih dan aku jilat beberapa kali pula lubang yang ada di ujung penisnya. Beberapa kali tubuh Demian bergetar atas perlakuan aku.

Incoming search terms:

  • Cerita Sex beda suku
  • ceitaseks
  • Ceita seks
  • demian ngentot
  • cerita suku sex
  • Cerita Sex suku
  • Cerita sek beda suku
  • Cerita Ngentot bebas di suku dalam
  • cerita dewasa suku seks bebas
  • cerita dewasa gairah hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *